Jadilah Muslim Profesional


KETIKA Allah Swt menciptakan manusia Allah Swt memiliki maksud tertentu yaitu menjadi hamba yang menyembah Allah Swt sebagaimana tertera di dalam firman Nya :


“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku,” (Adz-Dzariyat 56).
Lalu kemudian orang-orang akan bertanya, kalau lah memang diciptakan untuk menyembah Nya, kenapa kita tidak diciptakan seperti malaikat yang tidak perlu makan, minum, tidur dan bergaul dengan ahli keluarga, sehingga kita bisa beribadah dengan tenang, tidak perlu merisaukan perut yang mulai lapar, kerongkongan yang haus dahaga, atau nafsu yang harus dipenuhi?

Mengapa kita harus bekerja untuk memenuhi hajat hidup kita?

Jawabannya tertera di dalam sebuah ayat ini :

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu’ah [62]: 10).
Adalah perintah Allah Swt untuk mencari karunia Allah di muka bumi, dan mematuhi perintah Allah adalah sebuah ibadah.

Lalu hal ini diperkuat oleh hadis Nabi Saw, diriwayatkan, beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, “Andai saja ini (rajin dan giat) dilakukan untuk jihad di jalan Allah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menyela mereka dengan sabdanya, “Janganlan kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. 

Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR Thabrani, sahih).
Maka sudah jelas bahwasanya bekerja adalah sebuah bentuk ibadah.
Lalu bagaimana sebaik seorang muslim memperlakukan sebuah pekerjaan? Jadilah muslim profesional
Ada 4 kiat menjadi muslim yang profesional, yaitu :

Baginda Saw bersabda “Innamal a’malu binniyat”, apapun pekerjaannya selalu dimulai dengan yang semata-mata mengharap keridhoan Allah Swt.

Nabi Saw bersabda di dalam hadis sahih yang diriwayatkan Al-Bukhari

Apabila suatu pekerjaan disandarkan/dipercayakan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu nya (kiamat dan kehancuran)


“Dan janganlah kamu mengikuti/mengatakan apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra 36)

Di dalam tafsir At-Thobari disebutkan bahwa makna “laa taqfu” bisa bermakna jangan ikuti dan bisa bermakna jangan katakan, namuh keduanya memiliki esensi yang sama yaitu jangan mengerjakan sesuatu yang kamu tidak tahu.

Baginda Saw bersabda :


Sesungguhnya Allah Swt menyukai apabila salah seorang dari kamu melakukan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh (profesional). (HR. Baihaqi)

Islam mengajarkan tanggungjawab di dalam suatu pekerjaan, baik yang bersifat ibadah mahdah atau pekerjaan lainnya. Lakukan suatu pekerjaan dengan cara yang benar, karena suatu pekerjaan yang baik apabila dilakukan dengan cara yang salah maka tidak akan kendatang kebaikan apapun.
Jangankan pekerjaan duniawi, ibadah yang seharusnya mendatangkan pahala apabila dilakukan dengan cara yang salah maka tidak ada kebaikan dan pahalanya sama sekali malah mendatangkan dosa. Contoh nya berpuasa itu baik, tetapi kalau dilakukan dihari tasyriq maka hukum nya haram, tidak dapat pahala malah berdosa.

Nabi Saw bersabda :


Jangan melakukan kemudharatan dan jangan memudharatkan orang lain. []

Sumber : islampos.com

0 Response to "Jadilah Muslim Profesional"

Post a Comment

* Berkomentarlah yang berkualitas dan bijak..!